Mitos Tentang Baterai Pada Smartphone
Seiring berkembangnya Smartphone, tidak ketinggalan baterai juga
mengalami perkembangan sebagai penunjang daya pada smartphone, yang
secara tidak langsung tips-tips lama atau pengetahuan lama mengenai
baterai juga mengalami perubahan. Dan masih banyak yang percaya
mitos-mitos lama tentang memperpanjang umur baterai pada smartphone
maupun perangkat elektronik lainnya. apa saja mitos-mitos tersebut?
Mitos: Kosongkan baterai sebelum mengisinya kembali
Pernyataan seperti ini sering kali kita dengar atau kita baca,
padahal itu tidak berlaku pada teknologi baterai pada saat ini,
mengosongkan baterai supaya bisa mengisinya penuh kembali. Perlu Netheroes ketahui, baterai pada jaman sekarang menggunakan lithium-ion yang
berarti tidak akan mengalami permasalahan seperti baterai pada zaman
dahulu, yang masih menggunakan bahan nikel kadmium dan nikel-metal
hidrida.
Netheroes bisa kapanpun mengisi baterai pada perangkat Netheroes tanpa
harus mengosongkan baterai supaya mendapatkan hasil yang maksimal,
karena lithium-ion memiliki cara kerja dalam satu siklus,
dengan kata lain baterai lithium-ion bisa menangani ratusan kali siklus
isi / kuras (charge/discharge) juga tidak ada efek memory, itu artinya Netheroes tidak harus menunggu baterai benar-benar kosong untuk melakukan
isi ulang.
Kebanyakan produsen masih menyarankan Netheroes ”
mengkalibrasi ” baterai dengan pemakaian dan pengisian sekali setiap
satu sampai tiga bulan . Karena hidup keseluruhan baterai akan berkurang
dari waktu ke waktu. Padahal kenyatannya sebuah baterai lithium-ion
hanya kehilangan 5% isinya setiap bulan, dibandingkan dengan baterai
NiMH yang kehilangan 20% isinya per bulan. Dan tujuan Pengosongan
ke 0 % sebulan sekali membantu sistem operasi mengkalibrasi siklus
hidup penuh baterai sehingga tahu persis berapa banyak isi baterai telah
berkurang dari waktu ke waktu.
Bagaimanapun saat ini baterai smartphone sudah mengalami perkembangan
sehingga tidak dibutuhkan kalibrasi secara manual, karena akan otomatis
terkalibrasi dengan bantuan software, karena terlalu sering
mengosongkan daya pada baterai Li-ion justru akan mempercpat umur
baterai itu sendiri.
Mitos : Pengisian Baterai Semalaman Dapat Mempersingkat Masa Penggunaan Batterai
Mitos ini mirip-mirip dengan Kalibrasi, dulu mungkin
cara ini bisa merusak baterai dengan ” pengisian yang berlebihan”, atau
membiarkan baterai terisi sepanjang waktu. Pada jenis baterai Li-ion
zaman dahulu, jika terlalu lama dicolok maka akan kepanasan atau bisa
menimbulkan ledakan (dalam beberapa kasus). Yang pada akhirnya akan mengurangi kapasitas muatan dan jangka hidup baterai.
Namun sekali lagi, hari ini pengisi daya dan
smartphone cukup cerdas untuk mencegah hal ini terjadi. Mengisi daya
terlalu lama memang masih dapat menimbulkan degradasi pada umur baterai,
tapi dengan teknologi sekarang, hal tersebut bisa dicegah dan
diminimalisir, sebisa mungkin menjaga daya baterai diantara 20%-80%,
dengan cara ini terbukti akan memperpanjang umur baterai itu sendiri.
Dan kabar baiknya adalah mengisi baterai
semalaman saat Netheroes tidur, bahkan sampai penuh, tidak banyak
berpengaruh negatif terhadap baterai pada saat ini berbeda pada baterai
zaman dulu.
Yang pada akhirnya, kembali bagaimana kita merawat perangkat kita
supaya bisa lebih tahan lama, karena singkatnya masa penggunaan
perangkat disarankan menggantinya 2 tahun sekali.
Mitos : Menutup Aplikasi Dapat Meningkatkan Umur Batterai
Mitos yang satu ini lebih membingungkan, mungkin untuk banyak user
beranggapan menutup aplikasi dapat menghemat baterai, padahal
kenyataannya saat aplikasi ditutup maka aplikasi tersebut masih akan
berjalan dibackground, secara tak terlihat, baik di manajemen aplikasi,
atau manajemen memori, karena pada dasarnya aplikasi yang menutup hanya
akan “sedikit” memperpanjang umur baterai, tapi kenyatannya masih
berjalan dibackground.
Banyak User yang percaya dengan aplikasi “killer task”, “clear Ram”,
dsb dapat secara instan menutup aplikasi yang berjalan, dan kenyatannya
itu sia-sia. dengan menutup aplikasi justru akan merestart ulang
aplikasi tersebut saat dibuka kembali, yang artinya kerja processor akan
berat dan akan melahap penggunaan RAM, karena harus mulai dari ulang,
daripada mematikan aplikasi yang berjalan, lebih baik membersihkan atau
mematikan data yang berjalan di latar belakang (background) cara ini
lebih efektif daripada harus mematikan aplikasi yang berjalan di
foreground.
Di android untuk melakukan itu Netheroes bisa melakukan pada
halaman Settings > Wireless & networks > Data usage lalu set
“Allow background data” to “Restrict background data.” Namun perlu
diperhatikan, tidak semua aplikasi bisa berjalan tanpa background data,
playstore misalnya.
Mitos: Menonaktifkan Bluetooth, Wi-Fi, dan Location Services Dapat Menghemat Baterai
Dalam hal ini, tidak sepenuhnya salah, karena pada dasarnya semakin
hardware jarang digunakan maka baterai akan sedikit terpakai, tapi tidak
berarti dengan menonaktifkan fitur tersebut akan secara efektif
memperpanjang umur baterai, karena kenyataannya pada smartphone yang
paling rakus melahap baterai bukannya bluetooth, wi-fi maupun location
services tetapi Layar, rata-rata konsumsi daya untuk penggunaan layar berkisar 60%-70% dari keseluruhan daya baterai
Mitos Tentang Baterai Pada Smartphone
Reviewed by Unknown
on
19.30
Rating:
Reviewed by Unknown
on
19.30
Rating:





Tidak ada komentar: